Banner 468 x 60px

 

Jumat, 31 Mei 2013

Strategi Sukses Bisnis Kuliner

0 komentar

Makanan merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Begitu pula bagi pria, selain perempuan, kebutuhan utamanya adalah makanan. Itu sebabnya membuka usaha restoran atau rumah makan tidak ada matinya. Bahkan saat terjadi krisis ekonomi pun, bisnis makanan merupakan salah satu bidang usaha yang tak terlalu terkena dampaknya. Bahkan malah banyak yang tetap ramai dab laris saat itu.



kuliner_biz1Tentu saja, agar usaha rumah makan bisa berjalan lancar dan menguntungkan, juga tidak mudah. Banyak faktor yang dibutuhkan untuk menjadikan usaha tersebut bisa mencapai kesuksesan. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan pilihan, makanan macam apa yang akan dijual. Bisa memilih menjual makanan yang sedang trend dengan cita rasa berbeda. Atau menjual makanan yang belum ada di satu daerah. Yang penting harus ada satu jenis makanan spesifik yang akan dijadikan andalan.

Setelah diputuskan jenis makanan yang akan dijual, masakannya harus dicoba dulu. Minta keluarga terdekat untuk mencicipinya. Setelah keluarga suka dengan kelezatannya, suruh teman-teman atau kenalan mencobanya juga. Setelah itu harus dicoba pula oleh orang-orang yang berbeda suku, sehingga masakan yang akan dijual nanti benar-benar bisa diterima secara universal.

Tahap tersebut memang membutuhkan waktu dan biaya cukup besar. Setelah yakin masakan itu banyak disukai orang, baru menjualnya untuk umum. Untuk mengawalinya jangan banyak menu yang ditawarkan, satu menu cukup, asal benar-benar spesifik dan lezat.

Jangan lupa, sebelum mulai membuka rumah makan, nama harus lebih dulu disiapkan. Dalam memilih nama harus hati-hati, jangan sampai membuat nama, ternyata sudah ada yang lebih dulu memakainya, sehingga muncul persoalan di kemudian hari. Nama yang merupakan brand harus dipatenkan, agar tak akan diambil orang bila terkenal dan sukses di kemudian hari.
Nama tersebut harus dipajang di lokasi sebagai papan nama atau spanduk. Usahakan desainnya bagus, dan tidak banyak tulisan yang dicantumkan.

Cukup nama restoran serta masakan andalannya. Contohnya, Ayam Bakar Wong Solo, Soto Pak Sadi, Es Teler 77 dan lain sebagainya. Nama tersebut akan menjadi citra spesifik bagi rumah makan tersebut, dan bisa gampang diingat oleh para pelanggan. Jangan sampai membuka rumah makan tanpa nama khusus, misalnya hanya Restoran Ayam Goreng. Kalau suatu saat pindah tempat, akan menyulitkan pelanggan untuk mengingat dan mencarinya.

Tahap berikutnya adalah memilih lokasi. Jangan mengambil lokasi dekat bengkel, jangan pula di dekat tempat orang-orang menongkrong atau pangkalan yang berkesan kumuh, dan kalau bisa di areal teduh penuh pepohonan. Di lokasi tersebut harus ada sarana untuk parkir yang cukup memadai. Bisa pula memilih lokasi yang di sekitarnya sudah ada rumah makan terkenal. Karena biasanya mereka sudah melakukan survei terlebih dahulu ketika akan memutuskan membuka restoran di lokasi tersebut.

Kalau mau memopulerkan makanan baru memang sebaiknya dari daerah dulu, karena lebih cepat hasilnya. Setelah berhasil dan punya brand yang kuat di daerah, baru membuka di Jakarta. Strategi mengepung dulu sebelum masuk Jakarta seperti itu telah saya nikmati keberhasilannya dalam mengembangkan rumah Makan Wong Solo.

Hal yang juga penting diperhatikan selain pelayanan adalah menjaga kualitas makanan atau masakan yang dijual. Masakan yang tak habis hari ini, jangan dijual lagi keesokan harinya. Dengan begitu kualitas masakannya akan terus terjaga. Hindari menjual masakan yang tidak segar sisa kemarin. Karena sekali konsumen kecewa dengan kualitas atau rasa yang kurang enak, bisa tak akan kembali lagi. Bahkan bisa pula menceritakan kepada orang lain keburukan tersebut, dan akan berakibat semakin menjatuhkan nama baik rumah makan itu.

Interaksi dengan para pelanggan sebagai kegiatan public relations juga cukup penting. Sempatkan diri mendatangi pelanggan dengan keramahan, kalau perlu ikut melayaninya, dan selalu bertanya apa keluhan mereka. Perhatikan masukan dari setiap pelanggan, untuk meningkatkan kualitas makanan dan pelayanan. Upayakan untuk selalu membuat pelanggan betah dan mau kembali lagi.

Setelah banyak pelanggannya, undang wartawan untuk mencoba masakan sekaligus melakukan wawancara. Kalau bisa buat sensasi positif, karena itu perlu sebagai bagian strategi promosi agar bisa dipublikasikan di media cetak dan media elektronik.

Popularitas itu memang sangat bermanfaat dalam menunjang kesuksesan sebuah usaha. Ada pepatah Jawa yang berarti, cari nama lebih dulu, dan keuntungan akan datang kemudian. Itu sebabnya, sangat penting memopulerkan nama rumah makan atau restoran yang Anda kelola. Nama atau brand sangat terkait dengan value. Dan untuk membangun brand atau nama itu, seorang pengusaha harus berani mengeluarkan biaya yang tidak kecil jumlahnya.

Ketika pelanggan sudah mulai banyak, lakukan penambahan menu masakan dan minuman, agar pelanggan tidak bosan, dan bisa memberikan banyak pilihan makanan. Sebelum memasarkan menu baru, jangan lupa menguji kelezatannya dengan meminta orang orang dari berbagai macam suku seperti sebelumnya. Setelah benar-benar sukses dan terkenal, mulai melakukan pengembangan usaha dengan membuka cabang di tempat lain. Mengembangkan usaha paling menguntungkan adalah dengan sistem franchise atau waralaba. Selain tingkat kegagalannya kecil, juga tak perlu mengeluarkan modal sendiri.

Untuk mengembangkan usaha restoran yang punya keunikan sendiri, cukup terkenal, dan banyak pelanggannya paling tepat memang dengan sistem waralaba. Sebuah usaha layak diwaralabakan jika memiliki empat, persyaratan, memiliki keunikan dan keunggulan dengan usaha sejenis, terbukti sukses dan menguntungkan, memiliki standarisasi rasa, harga serta pelayanan, dan yang keempat usaha tersebut mudah diaplikasikan atau dioperasikan.

Pemilik usaha yang mewaralabakan mereknya (franchisor) tak perlu repot-repot menyediakan modal untuk ekspansi usaha, karena itu akan disediakan oleh pihak yang menggunakan merek (franchisee). Dan keuntungan bagi franchisee, tak perlu kerja keras untuk membangun merek yang biasanya membutuhkan biaya besar dan waktu cukup lama.

Idealnya usaha rumah makan dikembangkan dengan model waralaba setelah memiliki tiga outlet. Dengan begitu akan lebih meyakinkan dan lebih mudah menarik minat calon franchisee. Setelah memetik kesuksesan dan usaha semakin berkembang, jangan lupa menyisihkan 10% keuntungan untuk beramal kepada orang yang lebih susah.

Sumber : http://tipssuksesberwirausaha.blogspot.com/2013/05/strategi-sukses-bisnis-kuliner.html

0 komentar :

Poskan Komentar